--Dan ada satu hal yang tidak bisa kujelaskan pada Ibu. Satu ramalan besar dalam hidupku. Tentu saja tentang pernikahan. Diramalkan aku akan menikah dengan seorang laki-laki yang tidak menutup matanya saat orgasme. Terdengar gila. Tapi aku percaya.-- (Perempuan Api, oleh Swistien Kustantyana)
Jurus jitu jadi CERPENIS: Tiru kisah sukses para 'mantan' calon cerpenis yang kini telah jadi CERPENIS yang karyanya tersebar di media massa! Pelajari jurus2 khusus mereka dalam memasak dan menyajikan kisah-kisah seru seperti yang terkumpul dalam kumpulan cerpen ini! Sebuah kumpulan karya kelas kafe cerpen FiXiMiX yang dikenal dengan "Beken dengan Cerpen" sepanjang 3 angkatan (2009 - 2011), dan hampir semuanya sudah dimuat di media massa.
*** SPESIAL DISKON 10% selama Minggu PROMO, 20 - 28 Februari 2012! ***
Terbit Februari 2012 Ukuran: 14,8 cm X 21 cm Tebal: 213 halaman harga: Rp 45.000 Penerbit: FiXiMedia, Penerbit Fiksi dan hal lain Terkait Fiksi
Pesan via e-mail: fiximedia@yahoo.com, inbox FB FiXiMix stasiun fiksi, atau telepon 021 930 978 69. Terimakasih.
--Aku percaya bahwa ada pesan yang tertitipkan pada setiap angka enam yang bergulir. Seperti sejarah ketika Kristus disalib pada hari keenam dan selesai pada jam keenam. Semua itu ada dalam Injil. Di dalam berbagai ajaran, Tuhan menyempurnakan proses penciptaannya dalam enam hari. Aku tidak mengkhususkan diri pada suatu cara bagaimana aku mengenal Tuhan. Setengah sisi dari otakku yakin bahwa Ia sesungguhnya tercipta dari dongeng Manusia-Manusia di suatu kala, sementara setengahnya lagi mengakui benarnya fakta bahwa ya, aku butuh sesuatu yang lebih hebat untuk berlindung.-- (Tuhan pada Jam Enam Sore, oleh Woro Liana)
--Aku juga sayang Bapak, beliau khawatir aku tidak meneruskan pendidikan ke universitas. Tapi Ibu tidak khawatir, hanya mengernyit. Aku tak sayang Ibu. Ia bilang aku sebaiknya langsung mencari pekerjaan saja. … Jocelyn, kakakku nomor dua alisnya juga sudah tidak tebal lagi. Dia merasa apes lalu sibuk mencabutinya hampir sehari sekali dan mengatur bentuknya sehingga tidak sama lagi lengkungannya dengan lengkungan alis Bapak. Alis brengsek ini cepat sekali tumbuh, keluhnya berulang-ulang. Dia juga mengeluh soal hidung yang besar dan lebar. Ini juga punya Bapak yang tidak kupunya. Jadi lagi-lagi Jocelyn merasa apes, aku juga, tapi dengan alasan yang berbeda. Oh, andai saja hidung ini bisa dicabut dan diatur seperti alis, omelnya. Sayang sekali satu-satunya jalan adalah operasi plastik. Hidungku sendiri tidak terlalu lebar dan besar; ini patut disyukuri sebenarnya, karena punya hidung seperti itu lumayan mengganggu penampilan. Jocelyn sebenarnya cantik tapi sekali lihat mukanya kau bakal berpikir ada sesuatu yang salah tempat. Tetap saja aku ingin hidungku bisa semegah dan sejelek punya empat saudaraku yang lain, atau paling tidak ada salah satu dari mereka yang tidak punya alis dan hidung Bapak, untuk menemaniku. Betapa aku ingin semirip mungkin dengan Bapak dengan segala kesalahan teknis pada mukanya.-- (Cemburu, oleh Nana Telly)
_____________
Tak hanya penuh dengan jurus untuk melahirkan dunia-dunia, pulpen ini pun lengkap mengangkat peristiwa yang sempat menghebohkan dunia penulisan cerpen baru-baru ini: pro-kontra cerpen yang dianggap sebagai plagiat. Agar Anda tak penasaran, di sini kami tampilkan kedua cerpen tersebut secara utuh. Perempuan Api – Swistien Kustantyana dan Ramalan – Micky Irawan. Micky rupanya terkesan pada Perempuan Api, sehingga terinspirasi membuat jawabannya dalam Ramalan. Simak, bandingkan, dan nikmati kedua versi cerita ini sampai puas.
Tak ingin tanggung-tanggung, jurus 3 angkatan kami beberkan di sini. 28 jurus, 28 dunia. Semua tentu demi kepuasan Anda.
28 Jurus BC, tampak depan atas.jpg
28 Jurus BC, tampak depan profil.jpg
28 Jurus BC, tampak belakang atas.jpg
28 Jurus BC, Daftar Isi.jpg
28 Jurus BC, sekilas foto.jpg
Yuki, oleh Maya Melivyanti
SEX Story, oleh Fifi Afiah
Perempuan Api, oleh Swistien Kustantyana
Ramalan, oleh Micky Irawan
Tuhan pada Jam Enam Sore, oleh Woro Liana
|